Kebumen - MPK : Sekelompok bocah cilik dengan caping di
kepalanya nampak asik bermain lumpur di selokan sawah. Sesekali dia
membungkukan badan, entah apa yang sedang mereka cari. Sebersit ada rasa penasaran dalam
hatiku, maka kudekati anak-anak itu, dan ternyata mereka sedang asik berburu yuyu
sawah. Lalu aku pun longok
isi besek anyaman bambu yang mereka bawa, penuh dengan yuyu sawah.
Layaknya seorang peneliti, aku amati hiruk pikuk aktifitas yuyu
sawah dalam besek anyaman bambu itu. Mereka aktif bergerak, kemruyek, bahkan layaknya lomba agustusan mereka seakan-akan juga sedang
berlomba untuk naik dinding besek anyaman bambu, yang memang tidak
begitu tinggi. Mereka berusaha membebaskan diri, ucul dari wadah itu,
namun anehnya tak satupun yuyu sawah itu yang berhasil naik dan keluar dari wadah
besek anyaman bambu itu.
Setiap kali ada satu yuyu sawah yang berhasil naik, hampir sampai bibir besek anyaman bambu, selalu saja ada yuyu sawah yang lain yang ngganduli seakan tak rela dan menarik hingga keduanya jatuh kembali. Begitu terus berulang-ulang, sehingga tak satupun yuyu sawah yang berhasil kabur dari wadah itu. Aneh, apakah mereka memang sengaja agar tak satupun dari mereka yang berhasil naik dan keluar dari wadah itu, atau hanya sebuah kebetulan saja karena memang mereka sama-sama egois ingin meloloskan diri sendiri. Atau, hal itu justru memang sudah menjadi tabiat khas mereka, yang bahkan sudah menjelma menjadi karakteristik dan mentalitas mereka?, ahh entahlah !, gumanku lirih dalam hati.
Sesripitan kopi waktu berlalu, tiba-tiba anganku nyantol pada sesosok konco lawas, kang Tarjo. Kang Tarjo konco kuliah yang kukenal orangnya cerdas, kreatif, loyalitas dan dedikasinya cukup tinggi, kemampuan manajerialnya mumpuni dan tidak gagap sains dan tehnologi. Namun sudah tiga puluh tahun kang Tarjo mengabdi di perusahaan dimana dia bekerja, karirnya seperti berjalan ditempat, kedudukan dan jabatannya hanya sebatas rukar rukir kaya permainan catur saja. Akupun mesam mesem sendiri, dan berkata dalam hati, jangan-jangan kang Tarjo layaknya berada dalam besek anyaman bambu yang aku amati tadi ya, hix !.
Written by ARCH
Sumber Kutipan https://kangzawakbm.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar