Rabu, 29 Oktober 2025

MIMBAR INOVASI : RIYADHOH ONLINE TEROBOSAN DAKWAH DI ERA DIGITAL

 


Kebumen - MPK : Kehidupan di era borderless world atau dunia tanpa sekat memiliki efek positif dan juga efek negatif. Efek positif menjadikan manusia hidup tanpa skat sehingga semakin mudah dalam menikmati berbagai kemudahan fasilitas hidup, baik dibidang komunikasi, teknologi, ekonomi investasi bahkan dunia ilmu pengetahuan. Adapun efek negatif hidup di era borderless world ini menjadikan manusia rentan kehilangan dirinya sendiri, terjadinya pergeseran nilai, kesenjangan sosial, munculnya sikap ketergantungan teknologi, munculnya paham keananiahan dan pola hidup yang konsumtif hedonistik. Disamping itu manusia menjadi sangat rentan terhadap gangguan kecemasan, depresi, stress, thulul amal terhadap impian-impian duniawi yang tak berkesudahan dan semakin jauh dari agama.

Keprihatinan terhadap keberlangsungan generasi Gen-Z di era borderless world ini juga marak menjadi bahan diskusi disana sini. Saat ini, tak jarang kita jumpai anak-anak kita saat ditanya cita-citanya apa, banyak yang menjawab cita-citanya ingin menjadi youtober dengan subscriber terbanyak, selebgram, tiktoker dan sederet profesi yang mereka anggap mudah untuk mendongkrak cuan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat kita sangat mendewakan keviralan, like bejibun, banjir follower, daripada pengakuan kerja nyata di sawah, di ladang dan di dunia keilmuan dan teknologi. Mereka lebih nyaman sebagai penikmat dari teknologi daripada penggagas atau bahkan pencipta dari teknologi itu sendiri. Cukup duduk manis di dalam kamar seharian, mereka sudah mampu mengelilingi dunia maya dengan segala impian yang memenuhi angan-angannya. Dari sinilah seyogyanya para pendakwah atau penyuluh diharapkan mampu hadir mengambil peran dengan warna khusus yang menyejukkan dan menaburkan pencerahan secara online yang konsisten, dengan harapan akan mampu mengisi kekosongan jiwa keagamaan bagi mereka, generasi Gen-Z di era borderless world ini.

Retno Sri Suciyanti, yang akrab disapa “Eno” dengan dukungan para Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Pejagoan bergerak atas dasar panggilan jiwa dan keprihatinan diri, Eno dan kawan-kawan mencoba mengembangkan program digitalisasi penyuluhan melalui media riyadhoh online berbasis sosial media WhatsApp. Riyadhoh Online melalui sosial media WhatsApp mengajak masyarakat khususnya remaja putri dan ibu-ibu rumah tangga untuk bergabung dan aktif di sosial media namun tetap bernilai ibadah tanpa meninggalkan kewajiban rutinitas harian mereka. Setiap jama’ah yang tergabung dalam grup Riyadhoh Online ini dikumpulkan dalam grup khusus sesuai dengan kepeminatannya atau dengan kata lain terbagi sesuai dengan jenis dan kegiatanya, Riyadhoh Onlin Yasin mewajibkan setiap jamaah untuk membaca surat yasin satu kali dalam sehari dan wajib melaporkan melalui admin seperti yang telah dikembangkan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pejagoan, Riyadhoh Online Dzikir mewajibkan setiap jamaah untuk membaca dzikir dalam jumlah tertentu dalam satu hari dan wajib melaporkan melalui admin, begitu pun jenis penglompokan yang lain. Mari penyuluh terus bergerak dan berdampak, kehidupan di era borderless world ini adalah tantangan dan sekaligus ladang ibadah dakwah tanpa skat bagi kita semua. (mpk)

Oleh : Retno Sri Suciyanti, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pejagoan


Written by ARCH


2 komentar:

MIMBAR MUHASABAH : MAKNA BIAS SEMOGA SAMAWA

  Kebumen - MPK : Semoga samawa atau semoga menjadi keluarga samawa , ucapan ini sering kali kita dengar ketika teman atau saudara kita ...